Postingan Populer

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Expecto Patronum





Senin, 29 Oktober 2012
Disandur dari buku harianku dengan beberapa perubahan kata.
(PERHATIAN : Kalimatnya agak sulit dipahami)

à “Karena kusuka suka dirimu..
Kuakan selalu berada di sini..
Walau di dalam keramaian..
Tak apa tak kau sadari..
Karena kusuka suka dirimu..
Hanya dengan bertemu denganmu..
Perasaanku jadi hangat..
Dan menjadi penuh..”
               “Tidak ada balasan. Masih aku menunggu sebuah kotak masuk dengan identitas bernama *****. Aku masih duduk terpaku. Termenung menembus awan dalam khayal. Apakah aku bersalah? Ada hal apa yang salah denganku sampai kau tak keluarkan sepatah katapun dan segerak tanda kepadaku? Hati gelisah dan pikiran membuncah di dalam benakku menyatu. Mereka saling berkoordinasi untuk mengubahku jadi gila.”
               Jangan pergi! Tetaplah di sini, tetap denganku! Bantu aku menjaga hari-hariku dari kemunafikan.
               Trauma itu datang lagi. Setiap aku hendak memejamkan mata, bayangan hitam itu datang. Peristiwa buruk itu! Sejak aku menyukaimu, keburukan itu tergantikan oleh mimpi indah tentang senyummu yang berulang. Tapi sekarang, saat kamu (kurasa) mulai menghindar, mereka menghadangku. Bagaikan para Dementor (Harry Potter) yang mampu membekukan jantungku.
Bagaimana aku bisa menarikmu kembali? Dude? Kegembiraan dan kebahagiaanku kini telah terkuras oleh Dementor. Kini hanya tinggal tersisa segala kesedihan dan ketakutan di kepalaku. Aku tak kuasa untuk tak sadarkan diri. Kecupan Dementor telah menghisap jiwaku hingga kosong bagaikan tempurung, sama sepertiyang terjadi pada Barty Crouch Jr.(Harry Potter and The Goblet Of Fire). Dalam ambang kematian, kusebut namamu… H…..
Perlahan aku membuka mata. Cahaya terang itu, mungkinkan itu mantra patron yang keluar dari tongkat sihirmu, atau mungkin dirimu yang kuanggap patron? Seperti saat Harry melihat patrons paling terang berbentuk rusa, yang ia kira ibunya, padahal ia sendiri yang melindungi diri dengan mantra Expecto Patronum itu. Benarkah itu dirimu? Perlahan-lahan semua mulai jelas. Sesook lelaki yang satu tahun lebih tua dariku,menatapku dalam-dalam. Posturnya tinggi dengan senyum yang menggoda (Ia benar-benar hendak menarik perhatianku dengan senyumannya). Orang inilah yang kini selalu mengirim pesan kepadaku. Bahan obrolan yang tak terlalu mengasyikkan. Terkadang kami belajar bahasa perancis,materi pramuka, dan dia kembali menggodaku. Dia siswa XI IPA 4. –tp2012/13-
Hahahaha.. aku ingin tertawa saat aku sadar bahwa dia tengah mengincarku untuk dijadikan pacar koleksinya. Bagaimana dia bisa seperti itu? Dengan sang buruk rupa seperti aku? Ternyata dia bukan pangeran yang kutunggu utnuk membangkitkanku dari kematian. Karena dia seperti bayangan salah satu anggota Death Eater.
Aku harus segera menghindar. Sebelum ia menikamku dengan panah asmara yang berlumuran racun. Aku harus pergi. Sayangnya! Tak ada petunjuk jalan. Tak ada cahaya. Dunia benar-benar gelap dalam senyap ataukah aku yang telah lenyap? Tiba-tiba seseorang menuntunku menuju cahaya Bintang Barat Laut-ku.
Aku berharap bahwa cahaya Bintang Barat Laut-ku mampu menunjukkan ke arah yang tepat. Semoga aku akan bertemu dengan orang yang kutunggu itu, yakni dirimu. Sekalipun mungkin kau sudah duduk bersama seorang permaisuri jelita, aku akan tetap menemuimu. Aku akan pergi ke alam damai dengan senyum. Karena bahagiamu adalah surga akhiratku, My Mr. Eyes-smile….. JJJ (dia sering memberi 3emot senyum di smsnya)
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar