Postingan Populer

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Bashing



Bulan ini bukanlah bulan kelahiranku. Aku rasa ini bukan juga April Mop. Lantas apa ini? Apa kamu benar-benar marah padaku, wahai teman?
Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud. Menurutku kamu harus kembali meresapi apa yang kamu katakan tentangku. Bagaimana bisa kamu melemparkan kata-kata yang bagiku itu sangat bashing.
Jika aku salah, baiklah, tolong maafkan aku. Tapi jangan semerta-merta kamu memutuskan mengakhiri pertemanan ini. Untuk apa dulu kita berangkat les bersama, pulang megambil sepeda bersama, atau bahkan hanya untuk sekedar menikmati batagor dan siomay selepas ulangan di bawah pohon dekat gerbang? Untuk apa? Jika kamu hanaya mengakhiri dengan istilah “loe gue end”.
Semenjak menerima sms dari kamu, aku merenungkan itu dan membacanya berulang kali. Aku rasa kamu salah. Aku tidak bermaksud menggurui, tapi aku memang hanya menanyakan alamat. Dan dengan usahaku, aku rasa bahasa yang aku sampaikan kepada kakak kelasmu sudah taraf yang paling formal dan sopan. Tapi pagi itu kamu malah membentakku lewat kata-kata sms yang bashing. Aku tak bermaksud begitu. Sekali pun aku menanyakan padanya sesuatu tentangmu, aku tidak mencoba sedikitpun untuk membeberkan masalah pribadimu. Itu sama sekali tidak aku lakukan
Aku heran dan sangat marah dengan diriku sendiri. Aku tidak pernah ingin mencari bahkan sekalipn itu hanya bertemu dengan yang namanya musuh. Tapi kenapa sekarang kita menjadi terlihat seperti musuh?
Ini benar-benar menjadi masalah kalut bagiku. Setiap kali aku menemukan seseorang yang telah akrab denganku, dan aku sangat menjaga itu. kalian justru menganggap bahwa aku berlebihan, aneh, freak, menjijikkan, bahkan seperti yang kamu katakan padaku bahwa aku ini telah lancang. Kemudian secepat itu kalian mengatakan bahwa aku tidak menyukai sifat dan sikap Nikmah yang seperti itu.
Lantas kenapa kalian langsung menjauh dan menganggapku seperti kotoran? Tidak bisakah kalian mencoba menuntunku untuk menjadi seorang teman yang mempunyai sifat dan sikap seperti yang kalian inginkan. Aku akan berusaha menjadi. Kalian tau di-bully itu tidak menyenangkan. Tapi sekarang kalian melakukan itu padaku. Bagiku, kehilangan satu teman sama saja seperti melewati satu tahun tanpa hujan atau bahkan hanya setetes air.
Kamu ingin tau kenapa aku menggunakan kata “kalian”? Karena kamu adalah orang kedua yang melakukan itu padaku. Melempariku dengan kata-kata yang sangat bashing.
Jika kamu memang tidak ingin berteman lagi denganku. Terserah kamu saja, tapi yang jelas aku tidak pernah membeberkan hal pribadi tentangmu itu. Semoga kamu cepat menyadari kesalahpahaman ini, secepatnya. Atau sekalipun itu akan berlangsung lama. Dan tidak apa jika kamu unfollow twitterku atau block list akun facebook-ku.
Maafkan aku. Aku akan memenuhi permintaanmu dengan mencoba untuk tidak menghubungimu, mengacuhkanmu, bahkan jika suatu waktu kita berpapasan abaikan saja aku. Aku telah berhasil melakukan itu pada orang pertama yang membuatku merasakan hal yang sama seperti bashed yang kamu lemparkan pada perasaanku. Aku sangat yakin itu akan berhasil.
Terima kasih karena sebelumnya kamu telah mengisi beberapa sudut di lembaran buku diaryku. Bye, Hus!
< >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar