Bulan ini bukanlah bulan
kelahiranku. Aku rasa ini bukan juga April Mop. Lantas apa ini? Apa kamu
benar-benar marah padaku, wahai teman?
Aku benar-benar tidak mengerti
dengan apa yang kamu maksud. Menurutku kamu harus kembali meresapi apa yang
kamu katakan tentangku. Bagaimana bisa kamu melemparkan kata-kata yang bagiku
itu sangat bashing.
Jika aku salah, baiklah, tolong
maafkan aku. Tapi jangan semerta-merta kamu memutuskan mengakhiri pertemanan
ini. Untuk apa dulu kita berangkat les bersama, pulang megambil sepeda bersama,
atau bahkan hanya untuk sekedar menikmati batagor dan siomay selepas ulangan di
bawah pohon dekat gerbang? Untuk apa? Jika kamu hanaya mengakhiri dengan
istilah “loe gue end”.
Semenjak menerima sms dari kamu, aku
merenungkan itu dan membacanya berulang kali. Aku rasa kamu salah. Aku tidak
bermaksud menggurui, tapi aku memang hanya menanyakan alamat. Dan dengan
usahaku, aku rasa bahasa yang aku sampaikan kepada kakak kelasmu sudah taraf
yang paling formal dan sopan. Tapi pagi itu kamu malah membentakku lewat
kata-kata sms yang bashing. Aku tak
bermaksud begitu. Sekali pun aku menanyakan padanya sesuatu tentangmu, aku
tidak mencoba sedikitpun untuk membeberkan masalah pribadimu. Itu sama sekali
tidak aku lakukan
Aku heran dan sangat marah dengan
diriku sendiri. Aku tidak pernah ingin mencari bahkan sekalipn itu hanya
bertemu dengan yang namanya musuh. Tapi kenapa sekarang kita menjadi terlihat
seperti musuh?
Ini benar-benar menjadi masalah kalut bagiku. Setiap kali aku menemukan
seseorang yang telah akrab denganku, dan aku sangat menjaga itu. kalian justru
menganggap bahwa aku berlebihan, aneh, freak,
menjijikkan, bahkan seperti yang kamu katakan padaku bahwa aku ini telah
lancang. Kemudian secepat itu kalian mengatakan bahwa aku tidak menyukai
sifat dan sikap Nikmah yang seperti itu.
Lantas kenapa kalian langsung menjauh dan menganggapku seperti
kotoran? Tidak bisakah kalian mencoba menuntunku untuk menjadi seorang
teman yang mempunyai sifat dan sikap seperti yang kalian inginkan. Aku akan
berusaha menjadi. Kalian tau di-bully
itu tidak menyenangkan. Tapi sekarang kalian melakukan itu padaku. Bagiku,
kehilangan satu teman sama saja seperti melewati satu tahun tanpa hujan atau
bahkan hanya setetes air.
Kamu ingin tau kenapa aku
menggunakan kata “kalian”? Karena kamu adalah orang kedua yang melakukan itu
padaku. Melempariku dengan kata-kata yang sangat bashing.
Jika kamu memang tidak ingin
berteman lagi denganku. Terserah kamu saja, tapi yang jelas aku tidak pernah
membeberkan hal pribadi tentangmu itu. Semoga kamu cepat menyadari
kesalahpahaman ini, secepatnya. Atau sekalipun itu akan berlangsung lama. Dan
tidak apa jika kamu unfollow
twitterku atau block list akun
facebook-ku.
Maafkan aku. Aku akan memenuhi
permintaanmu dengan mencoba untuk tidak menghubungimu, mengacuhkanmu, bahkan
jika suatu waktu kita berpapasan abaikan saja aku. Aku telah berhasil melakukan
itu pada orang pertama yang membuatku merasakan hal yang sama seperti bashed yang kamu lemparkan pada
perasaanku. Aku sangat yakin itu akan berhasil.
Terima kasih karena sebelumnya kamu
telah mengisi beberapa sudut di lembaran buku diaryku. Bye, Hus!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar