Postingan Populer

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

UKK Bersama Raga

Project 7 juni 2014


Setelah seminggu berlalu, akhirnya penyiksaan ini kelar juga. Duh, lega rasanya. Tapi gue masih pengen ketawa tiap inget si Raga.
< >

Pagi yang Surga



Project 02 Juni 2014
            Hasratku kembali menyeruak kepermukaan…
            Terpikir sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu,

< >

Taman Sang Nabi




Taman Sang Nabi

< >

Expecto Patronum





Senin, 29 Oktober 2012
Disandur dari buku harianku dengan beberapa perubahan kata.
(PERHATIAN : Kalimatnya agak sulit dipahami)

à “Karena kusuka suka dirimu..
Kuakan selalu berada di sini..
Walau di dalam keramaian..
Tak apa tak kau sadari..
Karena kusuka suka dirimu..
Hanya dengan bertemu denganmu..
Perasaanku jadi hangat..
Dan menjadi penuh..”
               “Tidak ada balasan. Masih aku menunggu sebuah kotak masuk dengan identitas bernama *****. Aku masih duduk terpaku. Termenung menembus awan dalam khayal. Apakah aku bersalah? Ada hal apa yang salah denganku sampai kau tak keluarkan sepatah katapun dan segerak tanda kepadaku? Hati gelisah dan pikiran membuncah di dalam benakku menyatu. Mereka saling berkoordinasi untuk mengubahku jadi gila.”
               Jangan pergi! Tetaplah di sini, tetap denganku! Bantu aku menjaga hari-hariku dari kemunafikan.
               Trauma itu datang lagi. Setiap aku hendak memejamkan mata, bayangan hitam itu datang. Peristiwa buruk itu! Sejak aku menyukaimu, keburukan itu tergantikan oleh mimpi indah tentang senyummu yang berulang. Tapi sekarang, saat kamu (kurasa) mulai menghindar, mereka menghadangku. Bagaikan para Dementor (Harry Potter) yang mampu membekukan jantungku.
Bagaimana aku bisa menarikmu kembali? Dude? Kegembiraan dan kebahagiaanku kini telah terkuras oleh Dementor. Kini hanya tinggal tersisa segala kesedihan dan ketakutan di kepalaku. Aku tak kuasa untuk tak sadarkan diri. Kecupan Dementor telah menghisap jiwaku hingga kosong bagaikan tempurung, sama sepertiyang terjadi pada Barty Crouch Jr.(Harry Potter and The Goblet Of Fire). Dalam ambang kematian, kusebut namamu… H…..
Perlahan aku membuka mata. Cahaya terang itu, mungkinkan itu mantra patron yang keluar dari tongkat sihirmu, atau mungkin dirimu yang kuanggap patron? Seperti saat Harry melihat patrons paling terang berbentuk rusa, yang ia kira ibunya, padahal ia sendiri yang melindungi diri dengan mantra Expecto Patronum itu. Benarkah itu dirimu? Perlahan-lahan semua mulai jelas. Sesook lelaki yang satu tahun lebih tua dariku,menatapku dalam-dalam. Posturnya tinggi dengan senyum yang menggoda (Ia benar-benar hendak menarik perhatianku dengan senyumannya). Orang inilah yang kini selalu mengirim pesan kepadaku. Bahan obrolan yang tak terlalu mengasyikkan. Terkadang kami belajar bahasa perancis,materi pramuka, dan dia kembali menggodaku. Dia siswa XI IPA 4. –tp2012/13-
Hahahaha.. aku ingin tertawa saat aku sadar bahwa dia tengah mengincarku untuk dijadikan pacar koleksinya. Bagaimana dia bisa seperti itu? Dengan sang buruk rupa seperti aku? Ternyata dia bukan pangeran yang kutunggu utnuk membangkitkanku dari kematian. Karena dia seperti bayangan salah satu anggota Death Eater.
Aku harus segera menghindar. Sebelum ia menikamku dengan panah asmara yang berlumuran racun. Aku harus pergi. Sayangnya! Tak ada petunjuk jalan. Tak ada cahaya. Dunia benar-benar gelap dalam senyap ataukah aku yang telah lenyap? Tiba-tiba seseorang menuntunku menuju cahaya Bintang Barat Laut-ku.
Aku berharap bahwa cahaya Bintang Barat Laut-ku mampu menunjukkan ke arah yang tepat. Semoga aku akan bertemu dengan orang yang kutunggu itu, yakni dirimu. Sekalipun mungkin kau sudah duduk bersama seorang permaisuri jelita, aku akan tetap menemuimu. Aku akan pergi ke alam damai dengan senyum. Karena bahagiamu adalah surga akhiratku, My Mr. Eyes-smile….. JJJ (dia sering memberi 3emot senyum di smsnya)
< >

Bashing



Bulan ini bukanlah bulan kelahiranku. Aku rasa ini bukan juga April Mop. Lantas apa ini? Apa kamu benar-benar marah padaku, wahai teman?
Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud. Menurutku kamu harus kembali meresapi apa yang kamu katakan tentangku. Bagaimana bisa kamu melemparkan kata-kata yang bagiku itu sangat bashing.
Jika aku salah, baiklah, tolong maafkan aku. Tapi jangan semerta-merta kamu memutuskan mengakhiri pertemanan ini. Untuk apa dulu kita berangkat les bersama, pulang megambil sepeda bersama, atau bahkan hanya untuk sekedar menikmati batagor dan siomay selepas ulangan di bawah pohon dekat gerbang? Untuk apa? Jika kamu hanaya mengakhiri dengan istilah “loe gue end”.
Semenjak menerima sms dari kamu, aku merenungkan itu dan membacanya berulang kali. Aku rasa kamu salah. Aku tidak bermaksud menggurui, tapi aku memang hanya menanyakan alamat. Dan dengan usahaku, aku rasa bahasa yang aku sampaikan kepada kakak kelasmu sudah taraf yang paling formal dan sopan. Tapi pagi itu kamu malah membentakku lewat kata-kata sms yang bashing. Aku tak bermaksud begitu. Sekali pun aku menanyakan padanya sesuatu tentangmu, aku tidak mencoba sedikitpun untuk membeberkan masalah pribadimu. Itu sama sekali tidak aku lakukan
Aku heran dan sangat marah dengan diriku sendiri. Aku tidak pernah ingin mencari bahkan sekalipn itu hanya bertemu dengan yang namanya musuh. Tapi kenapa sekarang kita menjadi terlihat seperti musuh?
Ini benar-benar menjadi masalah kalut bagiku. Setiap kali aku menemukan seseorang yang telah akrab denganku, dan aku sangat menjaga itu. kalian justru menganggap bahwa aku berlebihan, aneh, freak, menjijikkan, bahkan seperti yang kamu katakan padaku bahwa aku ini telah lancang. Kemudian secepat itu kalian mengatakan bahwa aku tidak menyukai sifat dan sikap Nikmah yang seperti itu.
Lantas kenapa kalian langsung menjauh dan menganggapku seperti kotoran? Tidak bisakah kalian mencoba menuntunku untuk menjadi seorang teman yang mempunyai sifat dan sikap seperti yang kalian inginkan. Aku akan berusaha menjadi. Kalian tau di-bully itu tidak menyenangkan. Tapi sekarang kalian melakukan itu padaku. Bagiku, kehilangan satu teman sama saja seperti melewati satu tahun tanpa hujan atau bahkan hanya setetes air.
Kamu ingin tau kenapa aku menggunakan kata “kalian”? Karena kamu adalah orang kedua yang melakukan itu padaku. Melempariku dengan kata-kata yang sangat bashing.
Jika kamu memang tidak ingin berteman lagi denganku. Terserah kamu saja, tapi yang jelas aku tidak pernah membeberkan hal pribadi tentangmu itu. Semoga kamu cepat menyadari kesalahpahaman ini, secepatnya. Atau sekalipun itu akan berlangsung lama. Dan tidak apa jika kamu unfollow twitterku atau block list akun facebook-ku.
Maafkan aku. Aku akan memenuhi permintaanmu dengan mencoba untuk tidak menghubungimu, mengacuhkanmu, bahkan jika suatu waktu kita berpapasan abaikan saja aku. Aku telah berhasil melakukan itu pada orang pertama yang membuatku merasakan hal yang sama seperti bashed yang kamu lemparkan pada perasaanku. Aku sangat yakin itu akan berhasil.
Terima kasih karena sebelumnya kamu telah mengisi beberapa sudut di lembaran buku diaryku. Bye, Hus!
< >

Never Say Good Bye




01 Mei 2012


Yts. Teman-temanku
Di SMP 1 Wiradesa


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yg telah….. Wait wait!! Ini kan bukan pidato perpisahan, ngapain gue bilang gini ya? hehe…

Sebelum kalian masuk inti pembicaraan, gue minta kalian baca ini dengan penuh perasaan. Ambil napas…. Tahan… Jangan hembuskan.. Nah loh?! Mati rha…
Okelah. Yang siap, monggo baca. Yang belum, tetep harus baca!

Are you READEH ??? [Bu Hj. Ni’mah mode on]
Cekidot........

Guys, perpisahan yang real udah makin deket aja nih. Isn’t right?
Absolutely ada perasaan senang. Because what? Ya karena kita bakal jadi anak putih abu-abu. Tapi dibalik itu tentu ada perasaan sedih dan kecewa karena kita akan berpisah. Hmm… apalagi kalau ingat kenangan indah tiga tahun bersama. Berhubung gue gak pernah punya musuh, jadi semuanya pasti indah. Tentu itu juga karena ada kalian. Istilahnya “gak ada loe gak rame”. Biar pun kalian selalu berisik (gue termasuk), selalu jail (gue termasuk), tapi kalian selalu bantu gue. Bantu dalam hal baik kaya nyelesain tugas bareng, maupun dalam hal buruk kaya…kerja sama terselubung waktu ulangan. Ups!!
Bagi sebagian dari kalian yang sering nulis di diary kaya gue. Perpisahan akan terasa lebih berat. Karena tiap kita baca buku itu, kerinduan akan kenangan tersebut langsung merasuk dengan cepat. Dan berikut adalah kutipan tiga tahun itu. Mugnkin di tulisan ini gue sedikit blak-blakan dan meninggalkan perasaan malu gue. Okelah... Gue cuma ambil hal-hal yang amat sangat berkesan sekali yah.

First week at Junior High School…
Pertama kita kenal lewat MOS dan KBO. Kita masih bener-bener anak polos yang belum kenal lawan jenis. Yang masa bodoh dengan penampilan. Dan kalian ingat gak? Waktu KBO, hujan sempat turun waktu malam pertama. Hal itu membuat kita repot mindahin barang-barang ke parkiran. Tidur seadanya, makan pun ala kadarnya. Masa’ tiap makan nasinya dua centong lauknya cuma sayur dikit sama telur rebus satu. Mana tiap makan menunya hampir sama lagi. Hahaha... mana mungkin ada appetite? Lumayan eneg dan ngenes kalau nginget waktu itu..
Yang paling asyik dari KBO itu sih... request lagu dan api unggunnya.. Ya begitulah kira-kira..

Saat kita kelas VII…
Kita sudah resmi jadi anak JHS karena udah pake seragam resmi putih biru. Bagi anak RSBI, awal-awal merasakan dinginya AC bukan hal yang mengasyikkan, karena semua terserang flu dan demam. Dasar Kam-se-u-pay. Iuhh!
Selain itu, kita udah saling lirik melirik. Eciee… Salah satunya gue yang nge-fans sama kakak kelas 9.3.. Isman Habibillah. Gue juga gak tau apa yang membuat gue nge-fans dia sampai berlebihan gitu. Padahal, physically, dia biasa aja. Dan sampai sekarang foto jeleknya [peace mas] masih ada, walaupun gue udah gak nge-fans lagi. Thanks buat Husni Sastra Wijaya yang dulu bantuin gue ngedapetin foto ini. J
Mungkin kalau dirasakan, hal yang paling berkesan dan selalu bikin convulsively buat kita semua ialah pelajaran Mathematics Bu Hj. Ni’mah. Harus cepet-cepet. Lima nomor selesai harus dikoreksi. Dan apa kabar dengan handphone-nya Bu hajjah yang selalu bikin otak kesandung-sandung sampai gak bisa mikir waktu menit-menit terakhir..?? Pasti suaranya masih secempreng dulu :p
Selain itu, kalian masih ingat gak, sama ketua kelas 7.1 yang pertama, Ahmad Novian Helmi. Yang paling gue ingat dari dia, kalau pas anak-anak berisik banget, dia selalu teriak-teriak “Keep Silent!” “Don’t Be Noisy” “Silent Please!” ya pokoknya gitulah, sambil teriak sekenceng-kencengnya. Tapi, anak-anak tetep gak pernah peduli sama dia. Hahahaha.. :D
Kalau yang berkesan buat gue, ialah kegiatan Pramuka, terutama Galang Tangguh. Sebab, gue satu-satunya anak perempuan kelas 7 yang ikut. Kelas 7 yang lain mah laki-laki semua.

Saat kita kelas VIII...

Semester I
Mulai deh, anak-anak pada putus nyambung. Kalau gue mah lagi asyik-asyiknya sama idola gue, Simon Santoso. Bersama Auditha Diah Sabrina, gue selalu nge-net buat ngumpulin foto-fotonya ko Simon.
Hal yang berkesan untuk 8.2... One Time by Justin Drew Bieber.

Me plus you, I'm a tell you one time
Me plus you, I'm a tell you one time
Me plus you, I'm a tell you one time
One time, one time

When I met you girl my heart went knock knock
Now them butterflies in my stomach won't stop stop
And even though it's a struggle love is all we got
And we gonna keep keep climbing to the mountain top

Padahal saat itu one time udah gak nge-hits, tapi setiap pelajaran kosong semua selalu rame nyanyi bareng sambil lihat MV-nya.
Di masa ini, gue pernah dinyanyiin lagunya d’Masiv sama Rafid Moya Barodi. Entah yang berjudul Apa Salahku atau yang Sudahi Perih Ini. Sampai-sampai, sii Mila ngeledekin gitu.
Selain itu, masa ini adalah awal LADAS (8.2) vs RADES (8.1). Semua berakar dari siapa yang pertama mempopulerkan K-POP di kalangan spensades. Tapi sekarang permusuhan sudah berakhir. Finally, all happily ever after. J
Gue juga ngedapetin julukan “Kecap” di masa ini. Maklum..., pastinya karena gue hitam manis. Assegh..!

Semester II
Bagi gue, ini adalah masa menyedihkan. Hal yang gue impikan gak terwujud. Tentu kalian masih inget saat gue sering nangis karena merasa kecewa gak bisa ikut Jamnas. Tapi, perasaan itu lama-kelamaan hilang setelah gue sadar bahwa inilah yang terbaik buat gue.
Di tahun ini, sebagian murid mulai aktif dengan bimbingan OSN mereka. Sementara hubungan gue sama Ditha udah mulai renggang karena kita gak sekelas. Begitu pula dengan hubungan antara kelas 8.2 dan kelas 9.2. Katanya, semua ini ada sangkut pautnya denagan embel-embel RSBI. Sampai ada tragedi tangis-tangisan waktu lomba TUB ( Tata Upacara Bendera) pas classmeeting.
Bicara tentang OSN, ada kejadian yang awesome waktu gue lagi bimbingan OSN. Tepatnya hari Kamis, 5 Mei 2011 di kelas 9.3 (sekarang 8.3). Senyum itu memang berbeda dengan yang pernah gue lihat sebelumnya.
Pernah suatu hari, gue dan yang lain keliling buat ngumpulin infaq. Waktu di kelasnya, gak sengaja aku narik infaq di baris meja yang ada dirinya. Dia masukin deh uang seribuan yang masih terlihat baru. Sampai di ruang OSIS, gue ganti uang miliknya dengan dua ribuan mulik gue. Jadi uangnya dia buat kembalian gue. Terus gue simpan gitu deh. Sampai sekarang masih ada dengan lipatan yang sama waktu dia ngasih uang itu. Bersama dengan sebuah pita putih yang aku temukan di kitab hadist-ku. Kapan-kapan gue pamerin ya....? wkwkwkwk :p


Saat kita kelas IX...
Yang ini mah gak usah dijelasin. Kalian sendiri pasti masih inget banget. Lagi pula, ini adalah masa tersibuk sepanjang tiga tahun terakhir. Ulangan harian, try out, ujian sekolah, ujian praktek, sampai ujian nasional. Tapi, di masa ini gue paling deket sama Istiqamul Hafidzah dan Ade Dwi Aryani. Selain itu, ada juga seseorang... Ya iyalah, masa’ sesosok...? Dan semenjak kelas IX... diary gue isinya dia melulu. Hehe :p

And then so, itulah sekelumit kenangan dari gue. Berhubung yang cerita gue, ya kebanyakan real story-nya tentang gue. Tapi semoga itu akan terus mengingatkanmu tentang sosok Durotun Nikmah yang always keep smile. J

Oh ya, btw pada ndaftar ke mana?
Kemana pun tujuan kalian, di sekolah baru nanti baik-baik ya... Jaga diri... Kalau ketemu gue janganlah buang muka... And sorry kalau gue pernah ada salah sama kalian. Semoga, ujian direktorat berjalan lancar. Dan tanggal 2 Juni nanti... semua berakhir sengan tangis haru serta ucapan syukur “alhamdulillah”.
Prok prok prok prok prok prok prok prok prok..............!!!!!!! [applause]

Emmm... sebagai dessert, ini ada sebuah quotes copasan untuk kalian :
Melihat ke depan adalah tantangan,
Melihat kebelakang adalah halangan,
Melihat ke samping adalah pantanagan, dan
Melihat ke atas adalah kepasrahan,
Namun yang lebih baik dari semua itu adalah.....
Melihat ke kalian berarti kenyataan.

See you later, wish you all teh best guys... J
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

NB : Nantikan Never SayGood Bye Verse 2

With Love,
Durotun Nikmah ♥
a.k.a Kecap
< >

You're My Taraxcum





Kamis, 25 Oktober 2012
22:10 WIB

             Kali ini aku tengah membayangkan sesuatu.
Aku berada di sebuah padang rumput yang luas dan dipenuhi dengan dandelion. Mungkin dandelion hanyalah bunga dari rerumputan. Tapi mereka (dandelion) akan indah pada waktunya. Mungin seperti halnya kaktus yang hanya mekar ketika mereka dalam keadaan terancam mati akibat kekeringan. Dan semua itu adalah perumpamaanku.
            “Ketika tengah asyik berbaring sambil memandangi langit biru tak berawan, angin sepoi dihembuskan oleh pesonamu. Ribuan dandelion itupun bercerai berai. Terbang membawaku, menyatu bersama angin sepoi, menuju kehadiranmu.
            Apa yang membuatmu menarikku ke dalam danau air hangat? Kau terdiam, dan hanya menjawab dengan senyuman. Pipiku memerah.
Di hari itu, aku akan menyajikan satu cup ice cream chocolate untukmu. Kita bisa menikmati itu bersama, duduk di bawah langit, di atas bumi, di antara dandelion dan gelembung-gelembung sabun yang bertiup membawa pesan suka. Beberapa lagu kuputar, dengarkan dan hayati dengan penuh perasaan mendalam.”
Pangeranku, aku ingin menikmati detik bersamamu.
Stop! Kemana kau akan pergi? Jangan beralih karena ini belum kita lalui. Kau tak menjawab dan tetap berpaling….
Kenopo smsku rak dibales hus?

Well, tulisan di atas adalah tulisan yang aku copas dari buku diaryku. Bagaimana? Bagus tho? Waktu bulan Oktober itu, sedang gencar MPK membahas diesnat spatra. Katanya ada lomba bazar juga. Dan kebetulan disalah satu  kelas ada yang mendapat stan menjual es krim. Kupikir akan bagus jika aku memberikannya es krim sesaat setelah ia lelah mengikuti lomba. Tapi ternyata ekspektasiku waktu itu salah. Sekali lagi,waktu itu..

Yap, waktu itu, bukan sekarang. Sekarang semua sudah berubah. Begitu pula saat aku memposting tulisan ini. Tentunya hanya sekedar tulisan bermakna namun hampa tak berperasaan. Wong yang dirasani wes gak seneng, seng ngrasani juga gak kolu seneng maneh. Yoweslah…
Bukan bermaksud menyakiti hati para fans-ku. Aku tetap cinta kalian fans xD
< >